Sabtu, 14 Mei 2011

Menguji Kadar Amonium, Nitrit, dan Nitrat

Siklus amonium - nitrit - nitrat
Menunggu sebelum akuarium baru menjadi "matang", ditandai dengan menurunnya kadar
amonium dan nitrit. Kadar nitrat diketahui sering tetap tinggi di akuarium, terutama karena
zat ini memang merupakan hasil akhir rantai konsumsi bakteri yang umum hidup di akuarium.
Meski paling tidak beracun, jumlah nitrat harus dikurangi dengan cara mengganti air lama dengan yang baru. 



Berbagai penguji kadar
nitrat/nitrit
Atas: celup lakmus
Bawah: menggunakan reaksi
(Foto CC, atas: play-with-water.ch/
bawah: http://imageshack.us)
Untuk mengetahui apakah koloni bakteri yang menguraikan nitrit dan nitrat sudah mencapai jumlah mencukupi di dalam akuarium, kita perlu untuk mengetahui jumlah kadar nitrit dan nitrat di akuarium. Untuk menghemat dana, kita bisa menganggap bahwa uji amonium tidak terlalu perlu bila sudah memakai produk bacteria starter dalam jarak waktu yang cukup jauh sebelumnya (Baca "Akuarium Baru Perlu "Bacteria Starter"").

Sedikit googling, kita bisa mendapatkan informasi tentang berbagai perangkat penguji komersil (tester) kadar nitrit dan nitrat air akuarium. Cara pakai penguji manual ada yang sekedar hanya perlu pencelupan kertas strip lakmus, sedang jenis lainnya ada perlu upaya pengolahan zat-zat kimia dengan botol reaksi seperti pekerjaan ala laboratorium kimia (lihat foto ilustrasi di samping).

Peter, seorang hobiis akuarium asal Australia pernah menguji banding kualitas hasil akhir dua macam  produk tester amonium/nitrit/nitrat berjenis "celup" dan "reaksi" tadi. Lewat youtube, ia menampilkan hasil uji bandingnya yang mendapatkan bahwa jenis "celup" tak memberikan hasil meyakinkan.

Contoh Desain
Penguji Elektronik
Amonium, Nitrit,
dan Nitrat
(Foto, CC:
absolute-koi.com)

Penguji "celup" yang ringkas ternyata malah akhirnya menghasilkan parameter warna membingungkan, bahkan mubazir. Sedangkan penguji "reaksi", yang meskipun perlu pekerjaan ekstra, memberikan hasil yang akan menyesatkan pelakunya.

Perbedaan kualitas bisa kita pahami, karena uji "reaksi" kadar nitrit dan nitrat bekerja secara bertahap melepaskan senyawa masing-masing dari larutan air sebelum memberikan hasil yang kasat mata. Sedangkan cara instan tester celup, sulit membayangkan bagaimana langkah kerjanya sehingga memberikan hasil valid.

Kita tak bisa melakukan uji manual cara "reaksi" nitrit dan nitrat sekaligus, karena metode untuk keduanya menggunakan bahan reaksi berbeda. Perlu sedikit upaya sebelum mengetahui masing-masing kadar amonia/nitrit/nitrat di akuarium kita.

Di kemasan perangkat tester "reaksi" nitrit dan nitrate akan dikelengkapi dengan petunjuk penggunaan. Saat membeli, perhatikan jumlah maksimum pengetesan dan waktu kedaluwarsanya.

Upayakan membeli tester hanya di toko terpercaya.

Bila ingin yang lebih praktis, kita bisa menggunakan jenis penguji amonium/nitrit/nitrat berbentuk pencacah elektronik. Nyaman, namun memiliki kelemahan akan harganya yang relatif lebih mahal hingga jutaan rupiah -- dan untuk desain merek tertentu, masih memerlukan biaya ekstra untuk membeli zat pereaksi secara berkala.

Seandainya tidak ingin terlalu menghabiskan uang untuk semua jenis tester ini, sebaiknya kita mengingat dengan baik untuk mengatur tempo dalam mengolah isi akuarium (lihat grafik "Siklus amonium - nitrit - nitrat" di bagian atas artikel ini). Jangan sampai memotong siklus pertumbuhan bakteri, dan rajin-rajinlah mengganti air secara berkala.

Tanaman, akan membantu menyerap amonia. Namun bila kurang sabar, kita bisa menyiksa bahkan membunuh hewan (dan tanaman) di akuarium, seperti terlihat dalam rekaman video ikan yang keracunan amonia berikut ini: